Sabtu, 03 Desember 2016

koleksi cerita cinta orang

Salam Pembuka
Assalammu’alaikum wr.wb
            Para pengunjung blog ku kali ini aku ingin postkan sebuah cerita kehidupan dari seseorang yang baru aku kenal melalui sosial media dan dia menceritakan semua tentang kehidupannya kepada ku entah mengapa dia sangat mempercayai aku orang yang baru dikenalnya. Sebelumnya kami memiliki cita-cita yang sama untuk mencoba menjadi seorang penulis. Dibawah ini adalah semua tentang diri Dia. Dari Dia...
            Salam hangat ku untuk pembaca yang ingin mendengar pengalaman kehidupan ku. Sebelumnya aku telah lama meninggalkan dunia blogger, kegiatan yang kerap kali ku isi di kala luang dan sempat menjadi hobi yang entah kenapa begitu ku dalami. Melalui ayat-ayat cerita berbentuk tulisan aku merasa seperti sedang berada lagi di memori kenangan itu sendiri. Merasa begitu hidup, duduk dan melihat kembali kejadian-kejadian tempo dulu, perasaan itulah yang kerap kurasakan disetiap kata dalam cerita yang ku tuangkan dalam media ini. Apa yang membuatku sempat berhenti adalah karena aku merasa bosan tak ada yang menanggapi cerita-cerita ku. Sama halnya seperti bercerita melalui bicara, kita selalu dan sangat memerlukan tanggapan dari orang lain, entah itu tanggapan yang baik atau buruk. Namun karena saat itu blogger yang ku buat dan selalu ku isi dengan cerita baru dari setiap pengalaman baru yang ku dapatkan itu tak kunjung mendapat perhatian, aku merasa seperti membacakan dongeng pada dinding-dinding kamar dan aku pun lebih memilih berhenti nge-blogging dan mencari tanggapan melalui sosial media.
            Hobi menulis ku kadang tetap ku jalani saat kuingin mencurahkan isi hati terhadap pengalaman hidupku,namun hanya untuk ku simpan sendiri. Kemudian belum lama ini aku menemukan seseorang yang entah kenapa membuat ku ingin kembali mempublikasikan cerita-cerita yang hanya ku simpan sendiri itu. Berawal dari rasa ketertarikan ku akan sesuatu yang ada pada dirinya, tanpa sadar aku kembali bercerita hal-hal kecil hingga pengalaman berarti yang pernah ada dalam hidupku padanya. Setelah ku telaah alasan mengapa aku sampai melakukan hal itu pada seseorang yang baru ku kenali adalah karena perasaan cinta. Sejujurnya aku tak ingin lagi menyukai seorang wanita apalagi sampai mencintainya karena aku merasa aku hanyalah suatu kegagalan dalam hidup ini.
            Dalam gelap dan dingin nya hati ini membuatku terbiasa mengacuhkan yang lain. Namun ketika wanita ini datang kedalam hidupku meskipun tak secara langsung, aku merasakan semangat dan cinta yang terbangun dari kematian panjangnya dalam raga ini. Dia adalah seseorang yang tak pernah ku duga mampu menyingkirkan keegoisan ini dalam sekejap hingga membuatku tanpa sadar begitu menikmati menulis sendiri kisah-kisah lama kepadanya. Dari situlah dia menjadi orang yang pertama kali memberikan tanggapan tentang tulisan kehidupan ku.. Dan kali ini dia ingin mendengar kisah-kisah yg lain, tentu saja hal itu membuatku begitu bersemangat menuliskan dan merangkaikan cerita-cerita itu lagi. Sebagai penutup salam, tak banyak hal yang aku harapkan dari cerita-cerita ini. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang takkan pernah luput dari segala bentuk kesalahan. Semoga cerita ku bisa menghibur dan menginspirasi pembaca. Trims … (si Dia)

Wassalammu’alaikum wr.wb.


KALI PERTAMA CINTA
            Anak Baru Gede alias ABG, kata itulah yang sangat pas menggambarkan diriku di kala itu. Seorang bocah yang mencoba melepas dunia bermainnya perlahan tapi pasti menuju dunia tentang kehidupan yang ternyata lebih luas dan takkan pernah cukup waktu yang ada untuk memahami semuanya. Sekolah dan belajar adalah pintu gerbang yang ku yakini akan menuntun perjalanan hidup ku lebih mengenal dunia lagi. Bisa tebak kira-kira pada masa apakah aku saat itu? Bila merujuk ke kata ABG mungkin ada yang menyangka saat itu adalah masa SMA, tapi yang sebenarnya adalah masih setingkat di bawahnya yakni SMP.
 Pada masa ku di kala itu kata ABG adalah istilah paling GAUL yang digunakan oleh pelajar tingkat menengah pertama keatas. Entah kenapa ABG seumuran ku zaman itu terutama anak cowok gemar membuat lubang eksotis di bagian tubuhnya terutama dibagian wajah, entah itu di telinga, di bibir bahkan di hidung. Bagi yang punya modal mungkin tak kan berpikir panjang untuk melubangi dirinya sendiri atau dibantu pelubang tingkat amatir dan membeli aksesoris berwarna hitam gelap agar bisa terkesan gaul banget kayak yang ada di film-film di televisi atau penyanyi rocker. Namun bagaimana dengan cowok-cowok ABG yang mencoba gaul seperti ku tapi enggak punya keberanian membuat lubang dan enggak punya modal alias mementingkan perut dibanding buat gaya walaupun masih niat. Entah penemuan dari mana dan dari siapa, aku pun seringkali memakainya yakni karet pulpen. Yap, pada beberapa jenis pulpen ada yang dilengkapi dengan karet pengaman di dekat bagian ujung kepala pulpen. Bila tujuannya karet itu adalah sebagai pengaman saat digunakan menulis agar tidak terasa licin, maka bagiku karet itu beralih fungsi menjadi anting elastis. Cara pembuatannya pun tidak susah, dapat dilakukan ketika sedang tidak mood belajar Matematika di kelas.


 Cuma memerlukan sebuah pulpen yang dianugerahkan karet pada tubuhnya dan silet, sebagai tambahan akan lebih bagus bila warna karet adalah hitam. Pertama-tama lepaskan karet degan perlahan, karena bila tergesa-gesa dapat menimbulkan rasa buru-buru. Setelah karet berhasil terpisah dari batangnya, rebah kan lah dia secara horizontal diatas bidang datar dan keras, misalkan meja, kursi atau dinding kelas (jangan pernah lakukan di atas meja guru, terutama saat gurunya sedang mengajar). Cobalah membuatnya tidur, ini merupakan cara mudah membiusnya sebelum dilakukan operasi. Saat dia sudah tertidur, lempengkan bagian tubuhnya agar tidak ada udara hampa yang masuk kedalam tubuhnya baik melalui lubang atas atau bawah karet itu. Nah selanjutnya adalah membelah karet tersebut secara horizontal pula, perlu diperhatikan jika bagian yang di belah adalah bagian atas kulit karet tidak perlu sampai mengenai kulit bagian bawah, karena jika sampai terbelah hingga kulit bagian bawah sama saja kamu benar-benar menyia-nyiakan pengorbanan seorang pulpen terhadap karetnya. Setelah pembelahan berhasil, berikutnya adalah pemotongan, baliklah tubuh karet tadi, bagian yang terbelah menjadi bagian bawah dan kebalikannya. Ukurlah lebar bentuk anting yang ingin dibuat sesuai selera dan pola jadilah karet anting yang diinginkan. Selain mudah dibuat, anting ini juga lebih mudah dipakai, tidak perlu sampai membuat lubang yang hanya di peruntukkan untuk kaum hawa. Satu lagi kelebihan dari pemakaian anting karet pulpen ini adalah tak kan menyebabkan kerugian begitu berarti saat tertangkap basah oleh guru BK saat menggunakannya di sekolah, karena itu cuma karet pulpen wkwk. 
Kelakuan menakjubkan seperti merubah penampilan layaknya trend yang ada pada anak gaul atau pun menggunakan bahasa-bahasa alien naturalisasi indo (bahasa gaul) adalah hal-hal yang sangat wajar untuk manusia-manusia setengah dewasa seperti diriku saat itu. Tujuan mengejar trend gaul ABG saat tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menarik perhatian orang lain terhadap diri sendiri, entah itu lawan jenis atau sesama jenis (agar makin banyak teman, no negative thinking). Nah, kalau aku sendiri tujuannya adalah menarik perhatian lawan jenis. Sebenarnya kalau boleh jujur, aku yang sekarang melihat kelakuan ku saat itu sangat konyol dan agak memalukan namun bangga hmhm. Konyol dan memalukan karena seakan-akan berpenampilan seperti banci tapi bersikap cowok nakal. Bangga karena mampu menggunakan hal-hal sederhana menjadi bentuk kreatif yg kupikir tak berguna lagi saat ini, namun begitu berarti dimasa lalu. 
Selain itu biasanya murid cowok pada masa itu membentuk sebuah perkumpulan yang disebut geng. Hal itu sudah pasti karena terpengaruh oleh sinetron yang hampir ada di setiap channel TV . Sayangnya pemikiran seperti itu adalah hal yang belum menarik perhatian ku, aku lebih suka menjadi seorang penyendiri misterius yang hobi tidur di kelas. Bagiku tidur pada saat itu adalah hal yang luar biasa nikmat selain ngemil dan juga mengurangi dosa membicarakan hal-hal yang tak penting bersama teman. Bahkan seringkali aku tidur di waktu yang tak wajar seperti pada pagi hari sebelum atau saat murid-murid lain mulai berdatangan mengisi ruang-ruang kelas mereka. Menjadikan tidur sebagai hobi tidak lain dan tidak bukan adalah pengaruh dari sinetron, drama atau FTV, namun bukan seperti yang lain menggemari sinetron, aku lebih menggemari animasi. Bisa dibayangkan kan kebanyakan animasi meskipun ada yang menyerupai sosok manusia tapi memiliki perilaku tak seperti manusia sebenarnya seperti hobi tidur ku ini. Dibalik gaya hidupku di sekolah yang aneh seperti itu, dari situlah aku menemukan seseorang yang menumbuhkan perasaan suka ku padanya ke tingkat yang lebih dewasa lagi.

Kala itu di pagi hari yang masih sangat sejuk sekali berkat embun-embun malam yang mulai menguap kan dirinya ke langit biru, seperti biasanya anak pecandu tidur datang lebih ke kelas lebih awal di bandingkan anak normal pada umumnya. Setiba di kelas, aku langsung mendatangi tempat duduk ku yang berada di pojok belakang kanan kelas. Selang 1 menit seperti biasa sedikit demi sedikit aku mendengar suara langkah-langkah kaki memasuki pintu kelas yang merupakan pertanda buruk untuk suasana paling tentram menikmati tidur di sekolah. Selanjutnya aku mulai mendengar suara gesekan-gesekan sapu yang menendang debu lantai. Entah kenapa aku merasakan hawa pengganggu yang begitu besar mendekati ku. Saat sudah berada disamping ku hawa itu berubah menjadi sosok pengganggu yang manusiawi. Seorang murid cewek yang sedang menjalankan kewajiban piket kebersihan sengaja menghentakkan sapu yang di gunakan nya ke kursi yg tepat ada disamping ku, lalu berkata “bangun woyyy, bukan waktunya tidur”. Sentak hal itu membuatku agak kesal dan membuatku mengangkat kepala serta membuka mata siapa sih cewek kam**et yang mengganggu kenikmatan lelapku. Saat membuka mata aku terdiam dan terpana melihat seorang cewek manis (karena cantik itu relatif) berdiri tepat di depan mataku tersenyum sambil memegang sapu nya, aku yang awalnya ingin memarahi Dia, namun terjinakkan begitu saja oleh sebuah senyuman menakjubkan. Semenjak peristiwa itu aku mulai menunjukkan ketertarikan ku terhadap seorang perempuan.
Aku meskipun masih setia menjalankan hobi tidur ku di kelas mencoba untuk mengenal dan dekat dengan cewek itu, sebut saja Indah. Aku mulai mendapatkan beberapa fakta tentang nya seperti dia adalah anak seorang guru yang ada di sekolah ku kala itu dan cewek yang nilainya selalu di urutan diatas di kelas ku. Semua informasi itu ku dapat dari observasi, bertanya dengan teman se SD nya dan menilai kejadian-kejadian di kelas. Berbeda dengan ku yang duduk di pojok belakang, dia duduk di barisan terdepan kelas. Hal itu memberikan ku keuntungan untuk lebih mudah selalu memperhatikannya dari belakang. Saat itu aku masih belum terbiasa menyapa anak cewek di kelas apalagi cewek yang ditaksir. Untung saja ada sebuah alternatif yang bisa digunakan untuk menyapa orang yang digemari tak secara langsung yakni permen yang bisa ngomong. Pagi sekali seperti biasa sebelum dia datang aku meletakkan beberapa permen yang telah ku merangkai kata-katanya didalam laci mejanya yang seingat ku berbunyi seperti ini, “Good Morning – Semangat !!?”. Lalu aku pun langsung kabur menuju tempat duduk ku dan tidur seraya menunggu kedatangannya. Saat dia datang aku gugup reaksi apa yang akan terjadi padanya setelah mendapati permen yang bisa saja mengandung formalin (kan di permen enggak ada tertera siapa nama pemberi) itu didalam laci Dia. Namun ternyata aku harus menahan rasa penasaran ku lebih lama karena dia cuma datang buat meletakkan tas terus terbang keluar entah kemana -_-“. Saat pelajaran pertama akan dimulai barulah dia sadar ada benda aneh yang tersentuh tangannya saat hendak memindahkan buku didalam laci. Lalu dia mengambil 2 permen itu dan membaca kata yang ada dibungkusnya, dia tersenyum dan kembali meletakkan kembali permen itu kedalam laci Dia. Melihat reaksi itu membuatku kegirangan dan sedikit kecewa dalam hati, girang ketika dia tersenyum setelah membaca maksud dari kata yang kusampaikan melalui 2 buah permen itu dan sedikit kecewa karena dia mengembalikannya lagi didalam laci padahal aku bermaksud memberi bukannya cuma sekedar buat menyapa tapi juga di rasa (walau lebih niat  menyapa doang). 

Sepulang sekolah aku sengaja bertahan menunggu kelas sepi untuk mengambil kembali 2 permen mubazir itu sekalian menghilangkan jejak karena yang awalnya kecewa berubah jadi rasa malu. Tetapi saat kumasukkan tangan ke dalam lacinya aku terkejut karena hanya merasa cuma ada 1 permen saja didalamnya. Kuambil dan kulihat ternyata itu adalah permen yang berbeda dari salah 2 permen yg kuberikan, kata dalam permen itu adalah “Terimakasih”. Mendapati hal itu sudah jelas lah aku sekejap berubah jadi agak labil, melompat-lompat kegirangan (untung aja yang lain sudah pada pulang). Sialnya saat aku tak sadarkan diri dalam kegirangan itu Indah tiba-tiba muncul dari pintu kelas (mampus ketahuan labilnya). Sadar jika telah melakukan kekonyolan didepan mata seorang anak cewek yang masih labil, aku pun langsung berjalan kearahnya dgn cepat dan menyapanya dengan cepat juga, “Ngapain kamu?” (masih berjalan), “Ngambil absen” katanya seraya tersenyum. Setelah berhasil melewatinya aku pun langsung kabur dari kelas terus melangkah ke depan dengan rasa super malu yang luar biasa.
Aku tak tau mengapa meskipun telah ketahuan labil banget hari itu malah makin gencar mengirimkan rudal – rudal permen ke dalam lacinya. Bagusnya dia selalu membalasnya, namun aku tak pernah lagi melakukan kekonyolan seperti itu meskipun suasana telah sepi didalam kelas. Kedekatan semakin menjadi terasa saat aku dibelikan dan pertamakali memiliki handphone. Tujuan di belikan barang itu oleh orang tua ku adalah utk menjaga komunikasi dengan ku karena semenjak masuk SMP aku lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah setelah jam sekolah, entah itu les mata pelajaran, kerja kelompok, kegiatan exkul atau bermain PS. Tetapi bagiku barang itu lebih banyak ku gunakan untuk SMS’in si Indah.
            Saat disekolah selain tidur, memandang langit dan beradu panco dengan teman-teman cowok dikelas, aku lebih banyak menghabiskan waktu meperhatikan Indah, dari belakang tentunya. Lama - kelamaan rasanya aku telah mendapatkan sebuah pelajaran baru ttg kehidupan, yakni mengagumi seseorang. Tidak hanya karena wajah dan senyuman manisnya saja yang membuat ku kagum, tapi juga sikap dan prestasi yang di dapatkannya. Secara tak langsung hal itu memotivasi ku untuk menjadi murid pintar di kelas cuma untuk memperkecil jarak urutan ranking kelas ku denganya wkwkwk. Semester 1 berlalu dan aku berhasil masuk 5 besar dikelas, terpaut 4 angka dibawah Indah yg mendapat ranking 1 pastinya.
            Memasuki semester ke 2 disekolah bersamaan dengan dimulainya musim penghujan kala itu. Entah kenapa bagi murid cowok saat SMP berangkat ke sekolah menggunakan payung saat hujan adalah hal yang paling di hindari, seakan-akan semua payung itu tercipta hanya 1 warna yaitu PINK. Mereka termasuk diriku yg berangkat ke sekolah dengan jalan kaki akan memilih kehujanan daripada menggunakan paying saat atau sepulang sekolah, akibatnya aku jadi lebih sering sakit saat itu, terlebih aku belum memiliki jaket. Melihat kebodohan sang anaknya ini, orgtuku pun membelikanku sebuah jaket yg hoodienya dilapisi kain anti air, cuman hoodienya aja sih bagian yg lainnya malah nyerap air banget tapi ga apalah daripada ga ada.
            Ada beberapa perbedaan yang signifikan antara upacara bendera pada hari senin di SMP dan di SD, yakni kelas yang bertugas menjadi petugas upacaranya bisa menunggu giliran sampai 1 semester, wajar mengingat jumlah kelas di SMP ku lebih banyak daripada sewaktu di SD ku. Hari sabtu adalah hari yg biasa digunakan utk latihan persiapan, saat itu aku dipilih menjadi pembaca Pembukaan UUD 1945, entah apa yg dilihat wali kelasku saat harus membebani muridnya yang hobi tidur ini menjadi seorang pembaca di depan banyak murid lainnya yg mungkin lebih baik dariku. Tetapi setelah mendengar nama Indah yang menjadi pembawa acara aku yang awalnya lesu karena ini merupakan kali pertama menjadi petugas lagi setelah terakhir kali di SD dulu menjadi bergairah dan semangat. Gimana gak semangat coba, posisi pembawa acara kan tepat disebelah pembaca Pembukaan UUD, kapan lagi bisa mendapat kesempatan emas berdiri disamping orang yang di kagumi untuk beberapa saat yang bagiku terhitung cukup lama itu. Latihan hari itu berjalan cukup lancar dan menggairahkan untuk ku sayangnya pada hari seninnya kami harus menunda upacara karena hujan. Setelah sempat tertunda seminggu karena cuaca, di minggu berikutnya akhirnya tibalah saat dimana aku dan teman-teman sekelasku harus mengeksekusi jalannya upacara bendera. Diawali dengan suara-suara merdu Indah si pembawa acara yang tepat berada di samping ku,
upacara pun berjalan dengan baik tahap demi tahap hingga tiba giliran ku membacakan Pembukaan UUD 1945. Setelah selesai membacakan rasanya tak ada lagi beban dalam hidupku, aku merasa melayang di langit – langit bumi. Selanjutnya adalah amanat dari Pembina Upacara yang hari itu ditempati oleh Ibu Kepsek. Seperti biasanya beliau selalu menilai kinerja petugas – petugas upacara dalam eksekusinya di hari H. Syukurlah beliau berpendapat hal-hal manis tentang kinerja kami saat mengesekusi upacara hari itu terlebih lagi dibagian pembacaan UUD 1945. Beliau berpendapat eksekusi yang kulakukan layak menjadi contoh petugas – petugas yang akan menjadi pembaca Pembukaan UUD 1945 berikutnya karena suara yang ku lantangkan terdengar jelas, intonasi yang ku gunakan saat membaca tepat dan terasa tegas. Mendengar pujian yang subjeknya diri ku saat itu membuat ku bangga dikit dan merasa ngeri, ngeri jika harus selalu menjadi Pembaca Pembukaan UUD 1945 setiap kali kelas ku yang mendapatkan giliran menjadi petugas upacara dan bangga dikit karena aku berharap mendengar hal serupa disampaikan oleh Indah padaku juga karena apa yg telah ku lakukan adalah demi menjadi yang terbaik di hadapannya (cieee).
            Mendapati kepercayaan diri yang begitu besar tentag perasaan ku kepada Indah membuat ku melakukan hal terbodoh yang ku lakukan sebagai teman yang dekat dengannya. Aku merasa begitu berani dan yakin jika saat itu adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan jika aku mencintainya dan nekad menembaknya (doorrr). Tapi jangan ada yang pernah mengharapkan romantisme cara ku menyatakan cinta kepada seorang perempuan untuk pertama kalinya. Awalnya aku mencoba untuk menyatakan secara langsung layaknya adegan di FTV yang sempat ku pelajari. Malam sebelum hari H aku mengirimkan pesan SMS kepada Indah bahwa aku ingin menyampaikan sesuatu padanya sepulang sekolah dikelas. Besoknya dari pagi hingga menjelang waktu pulang rasa gugup mengisi seluruh raga dan jiwaku membuatku kehilangan semua rasa percaya diri sebelumnya. Tibalah saat dimana hanya tersisa kami berdua dikelas, dia sengaja bertahan dikursinya menungguku menghampirinya lalu dgn gemetar namun pasti aku melangkah dari tempat dudukku menuju dirinya. Tiba didepannya mulutku terasa berat untuk terbuka seperti menyimpan bau mulut yang luar biasa bau (pfftt). Melihat diriku yang agak lain seperti biasanya hari itu, Indah mencoba memulai percakapan,
            “Ada apa ? Katanya tadi malam mau menyampaikan sesuatu?”, tanya Indah dgn polos.
            “Eh anu … emm …”, jawabku yang berpikir ragu untuk melakukan misi.
            “Ayoo … jangan membuat orang penasaran”. Indah mencoba membujuk ku.
            “Anu, aku mau menyampaikan sesuatu”, aku mencoba mengulur waktu mengumpulkam
            kepercayaan diriku yg tiba-tiba menghilang.
            “Iya, apa ?”, balasnya lagi yg mulai agak kesal dgn tingkahku.
            “Sebuah rahasia”, cobaku untuk mencairkan suasana. (walau malah jadi horror)
            “Rahasia ? wow … apa itu”, tanyanya lagi dia semakin penasaran oleh ku.
            “Rahasia”, jawabku yang mulai berubah menjadi konyol.
            “Apa ?”, dia mulai kesal lagi.
            “Raaahaaasiiiaaa”, jawabku lagi dgn nada super konyol, lalu Indah pun pergi
            meninggalkan ku sendiri di dalam kelas karena sudah tak tahan mendengar kekonyolan teman
            cowoknya yang satu ini (emang pantas di tinggakan).


           
            Setelah itu aku duduk di sebuah kursi dan melihat keluar jendela dan sadar jika aku masih malu secara terang-terangan menyatakan perasaan ku dan takut menjadi diriku sendiri di depan orang yang aku sukai. Gagal menyampaikannya dengan cara pertama, aku pantang menyerah dan melakukan cara ke 2 yakni menggunakan fungsi hp sebagai perantara pesan hati ini. Tak banyak hal yang ku ingat saat mengungkapkan perasaan ku kepada Indah melalui SMS itu, namun yang pastinya aku berhasil menyatakan cinta untuk pertama kalinya kepada seseorang.

            Apakah setelah berhasil menyatakan perasaan ku pada hari itu aku bahagia ? tidak. Karena setelah hari itu hubungan ku dgn Indah menciptakan sebuah jarak layaknya tak pernah bahkan tak ingin mengenal satu sama lain. Setelah aku mengirimkan SMS kepadanya yang berisi ungkapan hati ku kepadanya dia tidak memberikan tanggapan dan balasan terhadap SMS ku. Hal itupun berlanjut sampai ke sekolah dimana dia mencoba selalu menghindari ku setiap kali aku mendekatinya untuk menjawab rasa penasaran apakah aku ditolak atau bagaimana. Lama-kelamaan aku sadar jika aku telah ditolak oleh seorang perempuan untuk pertama kalinya di hidup ku. Wajar merasakan demikian jika melihat respon Indah yang selalu ingin menjauhi ku. Aku merasa malu dan patah hati yang pertama kalinya dan juga menyesal akan sikap ku sebelumnya. Gara-gara nekad melakukan aksi pengungkapan rasa itu, aku yang sebelumnya dekat dan berteman baik dengan Indah kini seperti 2 kutub magnet yang saling berpaling.

            Dibalik cerita hati yang terluka pada diriku aku mendapatkan kabar bahagia dengan kelahiran adik pertama ku. Rasanya agak sedikit konyol jika melihat umur ku yang sudah memasuki belasan tahun baru dikaruniai seorang adik (walau sebenarnya aku berharap dikaruniakan seorang kakak). Mungkin hal itu disebabkan diriku sendiri yang sudah sangat jarang mengisi waktu luang dirumah dan membuat Ibu ku merasa kesepian akan keributan-keributan yang ku ciptakan semasa kecil dulu. Terlepas dari semua itu setidaknya aku merasa lega karena kini Ibu ku sudah tak lagi merasakan kesepian saat aku dan Ayah tak ada dirumah.
            Tak terasa semester kedua berlalu, aku masih tak menemukan jalan memperbaiki hubungan pertemanan ku dengan Indah. Hasil semester kedua pada peringkat kelas tak berbeda dengan semester pertama, aku hanya mampu meraih 5 besar ditengah-tengah kondisi sakit hati (pfffftt). Aku masih mencoba menemukan cara agar dapat memperbaiki hubungan yang ku rusak kala itu meskipun sudah memiliki kelas yang berbeda dengan Indah. Namun, bukannya mengejar cinta.
pertama ku aku malah menemukan seseorang yg lebih menarik lagi di kelas baru ku, penasaran ? Coming soon !!! ^_^