Salam Pembuka
Assalammu’alaikum wr.wb
Para
pengunjung blog ku kali ini aku ingin postkan sebuah cerita kehidupan dari
seseorang yang baru aku kenal melalui sosial media dan dia menceritakan semua
tentang kehidupannya kepada ku entah mengapa dia sangat mempercayai aku orang
yang baru dikenalnya. Sebelumnya kami memiliki cita-cita yang sama untuk
mencoba menjadi seorang penulis. Dibawah ini adalah semua tentang diri Dia.
Dari Dia...
Salam
hangat ku untuk pembaca yang ingin mendengar pengalaman kehidupan ku. Sebelumnya
aku telah lama meninggalkan dunia blogger, kegiatan yang kerap kali ku isi
di kala luang dan sempat menjadi hobi yang entah kenapa begitu ku dalami.
Melalui ayat-ayat cerita berbentuk tulisan aku merasa seperti sedang berada
lagi di memori kenangan itu sendiri. Merasa begitu hidup, duduk dan melihat
kembali kejadian-kejadian tempo dulu, perasaan itulah yang kerap kurasakan
disetiap kata dalam cerita yang ku tuangkan dalam media ini. Apa yang membuatku
sempat berhenti adalah karena aku merasa bosan tak ada yang menanggapi
cerita-cerita ku. Sama halnya seperti bercerita melalui bicara, kita selalu dan
sangat memerlukan tanggapan dari orang lain, entah itu tanggapan yang baik atau
buruk. Namun karena saat itu blogger yang ku buat dan selalu ku isi dengan
cerita baru dari setiap pengalaman baru yang ku dapatkan itu tak kunjung mendapat
perhatian, aku merasa seperti membacakan dongeng pada dinding-dinding kamar dan
aku pun lebih memilih berhenti nge-blogging dan mencari tanggapan melalui
sosial media.
Hobi
menulis ku kadang tetap ku jalani saat kuingin mencurahkan isi hati terhadap
pengalaman hidupku,namun hanya untuk ku simpan sendiri. Kemudian belum lama ini
aku menemukan seseorang yang entah kenapa membuat ku ingin kembali
mempublikasikan cerita-cerita yang hanya ku simpan sendiri itu. Berawal dari
rasa ketertarikan ku akan sesuatu yang ada pada dirinya, tanpa sadar aku
kembali bercerita hal-hal kecil hingga pengalaman berarti yang pernah ada dalam
hidupku padanya. Setelah ku telaah alasan mengapa aku sampai melakukan hal itu
pada seseorang yang baru ku kenali adalah karena perasaan cinta. Sejujurnya aku
tak ingin lagi menyukai seorang wanita apalagi sampai mencintainya karena aku
merasa aku hanyalah suatu kegagalan dalam hidup ini.
Dalam
gelap dan dingin nya hati ini membuatku terbiasa mengacuhkan yang lain. Namun
ketika wanita ini datang kedalam hidupku meskipun tak secara langsung, aku
merasakan semangat dan cinta yang terbangun dari kematian panjangnya dalam raga
ini. Dia adalah seseorang yang tak pernah ku duga mampu menyingkirkan keegoisan
ini dalam sekejap hingga membuatku tanpa sadar begitu menikmati menulis sendiri
kisah-kisah lama kepadanya. Dari situlah dia menjadi orang yang pertama kali
memberikan tanggapan tentang tulisan kehidupan ku.. Dan kali ini dia ingin mendengar
kisah-kisah yg lain, tentu saja hal itu membuatku begitu bersemangat menuliskan
dan merangkaikan cerita-cerita itu lagi. Sebagai penutup salam, tak banyak hal
yang aku harapkan dari cerita-cerita ini. Aku hanyalah seorang manusia biasa yang
takkan pernah luput dari segala bentuk kesalahan. Semoga cerita ku bisa
menghibur dan menginspirasi pembaca. Trims … (si Dia)
Wassalammu’alaikum wr.wb.
KALI PERTAMA CINTA
Anak
Baru Gede alias ABG, kata itulah yang sangat pas menggambarkan diriku di kala itu.
Seorang bocah yang mencoba melepas dunia bermainnya perlahan tapi pasti menuju
dunia tentang kehidupan yang ternyata lebih luas dan takkan pernah cukup waktu
yang ada untuk memahami semuanya. Sekolah dan belajar adalah pintu gerbang yang
ku yakini akan menuntun perjalanan hidup ku lebih mengenal dunia lagi. Bisa
tebak kira-kira pada masa apakah aku saat itu? Bila merujuk ke kata ABG mungkin
ada yang menyangka saat itu adalah masa SMA, tapi yang sebenarnya adalah masih
setingkat di bawahnya yakni SMP.

Pada masa ku di kala itu kata ABG adalah istilah
paling GAUL yang digunakan oleh pelajar tingkat menengah pertama keatas. Entah
kenapa ABG seumuran ku zaman itu terutama anak cowok gemar membuat lubang
eksotis di bagian tubuhnya terutama dibagian wajah, entah itu di telinga,
di bibir bahkan di hidung. Bagi yang punya modal mungkin tak kan berpikir panjang
untuk melubangi dirinya sendiri atau dibantu pelubang tingkat amatir dan
membeli aksesoris berwarna hitam gelap agar bisa terkesan gaul banget kayak yang
ada di film-film di televisi atau penyanyi rocker. Namun bagaimana dengan
cowok-cowok ABG yang mencoba gaul seperti ku tapi enggak punya keberanian membuat
lubang dan enggak punya modal alias mementingkan perut dibanding buat gaya
walaupun masih niat. Entah penemuan dari mana dan dari siapa, aku pun
seringkali memakainya yakni karet pulpen. Yap, pada beberapa jenis pulpen ada
yang dilengkapi dengan karet pengaman di dekat bagian ujung kepala pulpen. Bila
tujuannya karet itu adalah sebagai pengaman saat digunakan menulis agar tidak
terasa licin, maka bagiku karet itu beralih fungsi menjadi anting elastis. Cara
pembuatannya pun tidak susah, dapat dilakukan ketika sedang tidak mood belajar
Matematika di kelas.
Cuma memerlukan sebuah pulpen yang dianugerahkan
karet pada tubuhnya dan silet, sebagai tambahan akan lebih bagus bila warna
karet adalah hitam. Pertama-tama lepaskan karet degan perlahan, karena bila
tergesa-gesa dapat menimbulkan rasa buru-buru. Setelah karet berhasil terpisah
dari batangnya, rebah kan lah dia secara horizontal diatas bidang datar dan keras,
misalkan meja, kursi atau dinding kelas (jangan pernah lakukan di atas meja
guru, terutama saat gurunya sedang mengajar). Cobalah membuatnya tidur, ini
merupakan cara mudah membiusnya sebelum dilakukan operasi. Saat dia sudah
tertidur, lempengkan bagian tubuhnya agar tidak ada udara hampa yang masuk
kedalam tubuhnya baik melalui lubang atas atau bawah karet itu. Nah selanjutnya
adalah membelah karet tersebut secara horizontal pula, perlu diperhatikan jika
bagian yang di belah adalah bagian atas kulit karet tidak perlu sampai mengenai
kulit bagian bawah, karena jika sampai terbelah hingga kulit bagian bawah sama
saja kamu benar-benar menyia-nyiakan pengorbanan seorang pulpen terhadap
karetnya. Setelah pembelahan berhasil, berikutnya adalah pemotongan, baliklah
tubuh karet tadi, bagian yang terbelah menjadi bagian bawah dan kebalikannya.
Ukurlah lebar bentuk anting yang ingin dibuat sesuai selera dan pola jadilah
karet anting yang diinginkan. Selain mudah dibuat, anting ini juga lebih mudah
dipakai, tidak perlu sampai membuat lubang yang hanya di peruntukkan untuk
kaum hawa. Satu lagi kelebihan dari pemakaian anting karet
pulpen ini adalah tak kan menyebabkan kerugian begitu berarti saat tertangkap
basah oleh guru BK saat menggunakannya di sekolah, karena itu cuma karet pulpen
wkwk.
Kelakuan menakjubkan seperti merubah penampilan
layaknya trend yang ada pada anak gaul atau pun menggunakan bahasa-bahasa alien
naturalisasi indo (bahasa gaul) adalah hal-hal yang sangat wajar untuk
manusia-manusia setengah dewasa seperti diriku saat itu. Tujuan mengejar trend
gaul ABG saat tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menarik perhatian orang
lain terhadap diri sendiri, entah itu lawan jenis atau sesama jenis (agar makin
banyak teman, no negative thinking). Nah, kalau aku sendiri tujuannya adalah
menarik perhatian lawan jenis. Sebenarnya kalau boleh jujur, aku yang sekarang
melihat kelakuan ku saat itu sangat konyol dan agak memalukan namun bangga hmhm.
Konyol dan memalukan karena seakan-akan berpenampilan seperti banci tapi
bersikap cowok nakal. Bangga karena mampu menggunakan hal-hal sederhana menjadi
bentuk kreatif yg kupikir tak berguna lagi saat ini, namun begitu berarti
dimasa lalu.

Selain itu biasanya murid cowok pada masa itu
membentuk sebuah perkumpulan yang disebut geng. Hal itu sudah pasti karena
terpengaruh oleh sinetron yang hampir ada di setiap channel TV . Sayangnya
pemikiran seperti itu adalah hal yang belum menarik perhatian ku, aku lebih suka
menjadi seorang penyendiri misterius yang hobi tidur di kelas. Bagiku tidur pada
saat itu adalah hal yang luar biasa nikmat selain ngemil dan juga mengurangi dosa
membicarakan hal-hal yang tak penting bersama teman. Bahkan seringkali aku tidur
di waktu yang tak wajar seperti pada pagi hari sebelum atau saat murid-murid lain
mulai berdatangan mengisi ruang-ruang kelas mereka. Menjadikan tidur sebagai
hobi tidak lain dan tidak bukan adalah pengaruh dari sinetron, drama atau FTV,
namun bukan seperti yang lain menggemari sinetron, aku lebih menggemari
animasi. Bisa dibayangkan kan kebanyakan animasi meskipun ada yang menyerupai
sosok manusia tapi memiliki perilaku tak seperti manusia sebenarnya seperti
hobi tidur ku ini. Dibalik gaya hidupku di sekolah yang aneh seperti itu, dari
situlah aku menemukan seseorang yang menumbuhkan perasaan suka ku padanya
ke tingkat yang lebih dewasa lagi.
Kala itu di pagi hari yang masih sangat sejuk sekali
berkat embun-embun malam yang mulai menguap kan dirinya ke langit biru, seperti
biasanya anak pecandu tidur datang lebih ke kelas lebih awal di bandingkan anak
normal pada umumnya. Setiba di kelas, aku langsung mendatangi tempat duduk ku yang
berada di pojok belakang kanan kelas. Selang 1 menit seperti biasa sedikit demi
sedikit aku mendengar suara langkah-langkah kaki memasuki pintu kelas yang
merupakan pertanda buruk untuk suasana paling tentram menikmati tidur
di sekolah. Selanjutnya aku mulai mendengar suara gesekan-gesekan sapu yang
menendang debu lantai. Entah kenapa aku merasakan hawa pengganggu yang begitu
besar mendekati ku. Saat sudah berada disamping ku hawa itu berubah menjadi sosok
pengganggu yang manusiawi. Seorang murid cewek yang sedang menjalankan kewajiban
piket kebersihan sengaja menghentakkan sapu yang di gunakan nya ke kursi yg tepat
ada disamping ku, lalu berkata “bangun woyyy, bukan waktunya tidur”. Sentak hal
itu membuatku agak kesal dan membuatku mengangkat kepala serta membuka mata
siapa sih cewek kam**et yang mengganggu kenikmatan lelapku. Saat membuka mata aku
terdiam dan terpana melihat seorang cewek manis (karena cantik
itu relatif) berdiri tepat di depan mataku tersenyum sambil memegang sapu nya,
aku yang awalnya ingin memarahi Dia, namun terjinakkan begitu saja oleh sebuah senyuman
menakjubkan. Semenjak peristiwa itu aku mulai menunjukkan ketertarikan ku
terhadap seorang perempuan.

Aku meskipun masih setia menjalankan hobi tidur ku
di kelas mencoba untuk mengenal dan dekat dengan cewek itu, sebut saja Indah.
Aku mulai mendapatkan beberapa fakta tentang nya seperti dia adalah anak
seorang guru yang ada di sekolah ku kala itu dan cewek yang nilainya selalu
di urutan diatas di kelas ku. Semua informasi itu ku dapat dari observasi,
bertanya dengan teman se SD nya dan menilai kejadian-kejadian di kelas. Berbeda
dengan ku yang duduk di pojok belakang, dia duduk di barisan terdepan kelas. Hal
itu memberikan ku keuntungan untuk lebih mudah selalu memperhatikannya dari
belakang. Saat itu aku masih belum terbiasa menyapa anak cewek di kelas apalagi
cewek yang ditaksir. Untung saja ada sebuah alternatif yang bisa digunakan untuk
menyapa orang yang digemari tak secara langsung yakni permen yang bisa ngomong.
Pagi sekali seperti biasa sebelum dia datang aku meletakkan beberapa permen yang
telah ku merangkai kata-katanya didalam laci mejanya yang seingat ku berbunyi
seperti ini, “Good Morning – Semangat !!?”. Lalu aku pun langsung kabur menuju
tempat duduk ku dan tidur seraya menunggu kedatangannya. Saat dia datang aku gugup
reaksi apa yang akan terjadi padanya setelah mendapati permen yang bisa saja
mengandung formalin (kan di permen enggak ada tertera siapa nama pemberi) itu
didalam laci Dia. Namun ternyata aku harus menahan rasa penasaran ku lebih lama
karena dia cuma datang buat meletakkan tas terus terbang keluar entah kemana -_-“.
Saat pelajaran pertama akan dimulai barulah dia sadar ada benda aneh yang
tersentuh tangannya saat hendak memindahkan buku didalam laci. Lalu dia
mengambil 2 permen itu dan membaca kata yang ada dibungkusnya, dia tersenyum dan
kembali meletakkan kembali permen itu kedalam laci Dia. Melihat reaksi itu
membuatku kegirangan dan sedikit kecewa dalam hati, girang ketika dia tersenyum
setelah membaca maksud dari kata yang kusampaikan melalui 2 buah permen itu dan
sedikit kecewa karena dia mengembalikannya lagi didalam laci padahal aku
bermaksud memberi bukannya cuma sekedar buat menyapa tapi juga di rasa (walau
lebih niat menyapa doang).

Sepulang sekolah aku sengaja bertahan menunggu kelas
sepi untuk mengambil kembali 2 permen mubazir itu sekalian menghilangkan jejak
karena yang awalnya kecewa berubah jadi rasa malu. Tetapi saat kumasukkan
tangan ke dalam lacinya aku terkejut karena hanya merasa cuma ada 1 permen saja
didalamnya. Kuambil dan kulihat ternyata itu adalah permen yang berbeda dari
salah 2 permen yg kuberikan, kata dalam permen itu adalah “Terimakasih”.
Mendapati hal itu sudah jelas lah aku sekejap berubah jadi agak labil,
melompat-lompat kegirangan (untung aja yang lain sudah pada pulang). Sialnya saat
aku tak sadarkan diri dalam kegirangan itu Indah tiba-tiba muncul dari pintu
kelas (mampus ketahuan labilnya). Sadar jika telah melakukan kekonyolan didepan
mata seorang anak cewek yang masih labil, aku pun langsung berjalan kearahnya
dgn cepat dan menyapanya dengan cepat juga, “Ngapain kamu?” (masih berjalan),
“Ngambil absen” katanya seraya tersenyum. Setelah berhasil melewatinya aku pun
langsung kabur dari kelas terus melangkah ke depan dengan rasa super malu yang
luar biasa.
Aku tak tau mengapa
meskipun telah ketahuan labil banget hari itu malah makin gencar mengirimkan
rudal – rudal permen ke dalam lacinya. Bagusnya dia selalu membalasnya, namun
aku tak pernah lagi melakukan kekonyolan seperti itu meskipun suasana telah
sepi didalam kelas. Kedekatan semakin menjadi terasa saat aku dibelikan dan pertamakali
memiliki handphone. Tujuan di belikan barang itu oleh orang tua ku adalah utk
menjaga komunikasi dengan ku karena semenjak masuk SMP aku lebih banyak
menghabiskan waktu di luar rumah setelah jam sekolah, entah itu les mata
pelajaran, kerja kelompok, kegiatan exkul atau bermain PS. Tetapi bagiku
barang itu lebih banyak ku gunakan untuk SMS’in si Indah.
Saat
disekolah selain tidur, memandang langit dan beradu panco dengan teman-teman
cowok dikelas, aku lebih banyak menghabiskan waktu meperhatikan Indah, dari
belakang tentunya. Lama - kelamaan rasanya aku telah mendapatkan sebuah
pelajaran baru ttg kehidupan, yakni mengagumi seseorang. Tidak hanya karena
wajah dan senyuman manisnya saja yang membuat ku kagum, tapi juga sikap dan
prestasi yang di dapatkannya. Secara tak langsung hal itu memotivasi ku untuk
menjadi murid pintar di kelas cuma untuk memperkecil jarak urutan ranking kelas
ku denganya wkwkwk. Semester 1 berlalu dan aku berhasil masuk 5 besar dikelas,
terpaut 4 angka dibawah Indah yg mendapat ranking 1 pastinya.
Memasuki
semester ke 2 disekolah bersamaan dengan dimulainya musim penghujan kala itu.
Entah kenapa bagi murid cowok saat SMP berangkat ke sekolah menggunakan payung
saat hujan adalah hal yang paling di hindari, seakan-akan semua payung itu
tercipta hanya 1 warna yaitu PINK. Mereka termasuk diriku yg berangkat ke
sekolah dengan jalan kaki akan memilih kehujanan daripada menggunakan paying
saat atau sepulang sekolah, akibatnya aku jadi lebih sering sakit saat itu,
terlebih aku belum memiliki jaket. Melihat kebodohan sang anaknya ini, orgtuku
pun membelikanku sebuah jaket yg hoodienya dilapisi kain anti air, cuman
hoodienya aja sih bagian yg lainnya malah nyerap air banget tapi ga apalah
daripada ga ada.
Ada
beberapa perbedaan yang signifikan antara upacara bendera pada hari senin di
SMP dan di SD, yakni kelas yang bertugas menjadi petugas upacaranya bisa
menunggu giliran sampai 1 semester, wajar mengingat jumlah kelas di SMP ku
lebih banyak daripada sewaktu di SD ku. Hari sabtu adalah hari yg biasa
digunakan utk latihan persiapan, saat itu aku dipilih menjadi pembaca Pembukaan
UUD 1945, entah apa yg dilihat wali kelasku saat harus membebani muridnya yang
hobi tidur ini menjadi seorang pembaca di depan banyak murid lainnya yg mungkin
lebih baik dariku. Tetapi setelah mendengar nama Indah yang menjadi pembawa
acara aku yang awalnya lesu karena ini merupakan kali pertama menjadi petugas
lagi setelah terakhir kali di SD dulu menjadi bergairah dan semangat. Gimana gak
semangat coba, posisi pembawa acara kan tepat disebelah pembaca Pembukaan UUD,
kapan lagi bisa mendapat kesempatan emas berdiri disamping orang yang di kagumi
untuk beberapa saat yang bagiku terhitung cukup lama itu. Latihan hari itu
berjalan cukup lancar dan menggairahkan untuk ku sayangnya pada hari seninnya
kami harus menunda upacara karena hujan. Setelah sempat tertunda seminggu
karena cuaca, di minggu berikutnya akhirnya tibalah saat dimana aku dan
teman-teman sekelasku harus mengeksekusi jalannya upacara bendera. Diawali dengan
suara-suara merdu Indah si pembawa acara yang
tepat berada di samping ku,
upacara pun berjalan dengan
baik tahap demi tahap hingga tiba giliran ku membacakan Pembukaan UUD 1945.
Setelah selesai membacakan rasanya tak ada lagi beban dalam hidupku, aku merasa
melayang di langit – langit bumi. Selanjutnya adalah amanat dari Pembina Upacara
yang hari itu ditempati oleh Ibu Kepsek. Seperti biasanya beliau selalu menilai
kinerja petugas – petugas upacara dalam eksekusinya di hari H. Syukurlah beliau
berpendapat hal-hal manis tentang kinerja kami saat mengesekusi upacara hari
itu terlebih lagi dibagian pembacaan UUD 1945. Beliau berpendapat eksekusi yang
kulakukan layak menjadi contoh petugas – petugas yang akan menjadi pembaca
Pembukaan UUD 1945 berikutnya karena suara yang ku lantangkan terdengar jelas,
intonasi yang ku gunakan saat membaca tepat dan terasa tegas. Mendengar pujian
yang subjeknya diri ku saat itu membuat ku bangga dikit dan merasa ngeri, ngeri
jika harus selalu menjadi Pembaca Pembukaan UUD 1945 setiap kali kelas ku yang
mendapatkan giliran menjadi petugas upacara dan bangga dikit karena aku
berharap mendengar hal serupa disampaikan oleh Indah padaku juga karena apa yg
telah ku lakukan adalah demi menjadi yang terbaik di hadapannya (cieee).
Mendapati
kepercayaan diri yang begitu besar tentag perasaan ku kepada Indah membuat ku
melakukan hal terbodoh yang ku lakukan sebagai teman yang dekat dengannya. Aku
merasa begitu berani dan yakin jika saat itu adalah waktu yang tepat untuk
mengungkapkan jika aku mencintainya dan nekad menembaknya (doorrr). Tapi jangan
ada yang pernah mengharapkan romantisme cara ku menyatakan cinta kepada seorang
perempuan untuk pertama kalinya. Awalnya aku mencoba untuk menyatakan secara
langsung layaknya adegan di FTV yang sempat ku pelajari. Malam sebelum hari H
aku mengirimkan pesan SMS kepada Indah bahwa aku ingin menyampaikan sesuatu
padanya sepulang sekolah dikelas. Besoknya dari pagi hingga menjelang waktu
pulang rasa gugup mengisi seluruh raga dan jiwaku membuatku kehilangan semua
rasa percaya diri sebelumnya. Tibalah saat dimana hanya tersisa kami berdua
dikelas, dia sengaja bertahan dikursinya menungguku menghampirinya lalu dgn
gemetar namun pasti aku melangkah dari tempat dudukku menuju dirinya. Tiba
didepannya mulutku terasa berat untuk terbuka seperti menyimpan bau mulut yang
luar biasa bau (pfftt). Melihat diriku yang agak lain seperti biasanya hari
itu, Indah mencoba memulai percakapan,
“Ada
apa ? Katanya tadi malam mau menyampaikan sesuatu?”, tanya Indah dgn polos.
“Eh
anu … emm …”, jawabku yang berpikir ragu untuk melakukan misi.
“Ayoo
… jangan membuat orang penasaran”. Indah mencoba membujuk ku.
“Anu,
aku mau menyampaikan sesuatu”, aku mencoba mengulur waktu mengumpulkam
kepercayaan
diriku yg tiba-tiba menghilang.
“Iya,
apa ?”, balasnya lagi yg mulai agak kesal dgn tingkahku.
“Sebuah
rahasia”, cobaku untuk mencairkan suasana. (walau malah jadi horror)
“Rahasia ? wow … apa itu”, tanyanya lagi dia semakin
penasaran oleh ku.
“Rahasia”,
jawabku yang mulai berubah menjadi konyol.
“Apa
?”, dia mulai kesal lagi.
“Raaahaaasiiiaaa”,
jawabku lagi dgn nada super konyol, lalu Indah pun pergi
meninggalkan ku
sendiri di dalam kelas karena sudah tak tahan mendengar kekonyolan teman
cowoknya
yang satu ini (emang pantas di tinggakan).
Setelah
itu aku duduk di sebuah kursi dan melihat keluar jendela dan sadar jika aku
masih malu secara terang-terangan menyatakan perasaan ku dan takut menjadi
diriku sendiri di depan orang yang aku sukai. Gagal menyampaikannya dengan cara
pertama, aku pantang menyerah dan melakukan cara ke 2 yakni menggunakan fungsi
hp sebagai perantara pesan hati ini. Tak banyak hal yang ku ingat saat
mengungkapkan perasaan ku kepada Indah melalui SMS itu, namun yang pastinya aku
berhasil menyatakan cinta untuk pertama kalinya kepada seseorang.

Apakah
setelah berhasil menyatakan perasaan ku pada hari itu aku bahagia ? tidak.
Karena setelah hari itu hubungan ku dgn Indah menciptakan sebuah jarak layaknya
tak pernah bahkan tak ingin mengenal satu sama lain. Setelah aku mengirimkan
SMS kepadanya yang berisi ungkapan hati ku kepadanya dia tidak memberikan
tanggapan dan balasan terhadap SMS ku. Hal itupun berlanjut sampai ke sekolah
dimana dia mencoba selalu menghindari ku setiap kali aku mendekatinya untuk
menjawab rasa penasaran apakah aku ditolak atau bagaimana. Lama-kelamaan aku
sadar jika aku telah ditolak oleh seorang perempuan untuk pertama kalinya
di hidup ku. Wajar merasakan demikian jika melihat respon Indah yang selalu ingin
menjauhi ku. Aku merasa malu dan patah hati yang pertama kalinya dan juga
menyesal akan sikap ku sebelumnya. Gara-gara nekad melakukan aksi pengungkapan
rasa itu, aku yang sebelumnya dekat dan berteman baik dengan Indah kini seperti
2 kutub magnet yang saling berpaling.
Dibalik
cerita hati yang terluka pada diriku aku mendapatkan kabar bahagia dengan
kelahiran adik pertama ku. Rasanya agak sedikit konyol jika melihat umur ku yang
sudah memasuki belasan tahun baru dikaruniai seorang adik (walau sebenarnya aku
berharap dikaruniakan seorang kakak). Mungkin hal itu disebabkan diriku sendiri
yang sudah sangat jarang mengisi waktu luang dirumah dan membuat Ibu ku merasa
kesepian akan keributan-keributan yang ku ciptakan semasa kecil dulu. Terlepas
dari semua itu setidaknya aku merasa lega karena kini Ibu ku sudah tak lagi
merasakan kesepian saat aku dan Ayah tak ada dirumah.
Tak
terasa semester kedua berlalu, aku masih tak menemukan jalan memperbaiki
hubungan pertemanan ku dengan Indah. Hasil semester kedua pada peringkat kelas
tak berbeda dengan semester pertama, aku hanya mampu meraih 5 besar
ditengah-tengah kondisi sakit hati (pfffftt). Aku masih mencoba menemukan cara
agar dapat memperbaiki hubungan yang ku rusak kala itu meskipun sudah memiliki
kelas yang berbeda dengan Indah. Namun, bukannya mengejar cinta.
pertama ku
aku malah menemukan seseorang yg lebih menarik lagi di kelas baru ku, penasaran ?
Coming soon !!! ^_^