Selasa, 17 Mei 2016

pertama kali menulis argumentative essay belum di translate sih.

 Manfaat nilai jelek 
Nilai adalah suatu bentuk penghargaan yang diberikan seseorang  kepada orang lain yang telah mengerjakan atau melakukan sesuatu untuk memenuhi rasa kepuasan dari  hasil yang sudah di kerjakan. Nilai dapat di berikan melalui pujian, angka, atau abjad. Pemberian nilai sering kali dilakukan di lingkungan pendidikan. Dengan adanya pemberian nilai di setiap melakukan proses belajar siswa atau mahasiswa akan memberikan dampak positif bagi siswa mahasiswa. Namun bagaimana  dengan siswa yang mendapat nilai jelek, apakah ada dampak positifnya buat mereka ? berikut ini adalah alasan yang membuktikan pengaruh nilai terhadap siswa.

Alasan pertama yang membuktikan bahwa nilai itu memberikan dampak positif bagi siswa atau mahasiswa adalah mereka akan merasakan kepuasan dan merasa apa yang  mereka kerjakan itu tidak sia-sia dan hasilnya sesuai dengan usaha mereka. Tetapi hal hanya di rasakan oleh sebagian orang saja.  Karena Ada sebagian siswa atau mahasiswa yang belajar dan berusaha keras tetapi mendapatkan nilai yang jelek dan mereka pasti akan kecewa. Namun di balik rasa kecewa itu ada sebagian siswa yang menjadi semangat untuk lebih giat belajar supaya bisa mendapat nilai yang memuaskan. Contohnya saja seperti saya jika mendapatkan nilai yang jelek saya berusaha untuk mencari tahu kesalahan apa yang sudah saya buat sehingga nilainya jelek. Selain itu berusaha untuk lebih giat belajar dan mencari cara bagaimana supaya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Dari pengalaman saya dapat di artikan bahwa nilai yang jelek itu bisa memotivasi kita untuk lebih giat belajar lagi dan kita bisa mengetahui kesalahan yang kita lakukan dalam proses belajar.
              
 Alasan kedua dengan adanya nilai kita sebagai pelajar bisa mengetahui kemampuan dan nilai di jadikan sebagai tolak ukur kemampuan kita dalam proses belajar. Jika di lihat dari nilai yang baik atau nilai yang tinggi dan nilai yang rendah atau nilai jelek, nilai yang baik terkadang membuat seseorang menjadi sombong dan beranggapan bahwa mereka sudah bisa menguasai pelajaran tersebut dan menganggap pelajaran itu mudah sehingga mereka menjadi malas untuk belajar dan mengulang pelajaran yang sudah mereka kuasai dan tidak ingin mengetahui lebih luas lagi tentang pelajaran itu. Sebagai contohnya saya ambil dari pengalaman adik saya yang bernama dina. Ketika dina kelas 1 SMP dia pernah mendapatkan nilai 85 pada ulangan tengah semester mata pelajaran matematika. Karena sudah merasa bangga mendapatkan nilai yang tinggi ketika ulangan tengah semester dia menjadi malas belajar ketika ulangan semester yang sebenarnya, dan akibatnya ketika pembagian hasil ulangan semester nilainya menurun menjadi 70 saja. Hal ini membuktikan bahwa nilai yang tinggi itu bisa membuat sebagian orang menjadi malas belajar.

Alasan terakhir nilai itu sangat penting namun yang lebih penting dari nilai yang sebenarnya adalah kemampuan dan keterampilan seseorang. Misalnya saja ketika melamar suatu pekerjaan ada lembaga tertentu yang melihat seseorang dari  tidak hanya dari nilai saja tetapi juga dilakukan tes keterampilan dan sebagainya apakah nilai yang di peroleh nya selama menempuh pendidikan sama dengan kemampuan dan keterampilan yang di miliki nya. Contohnya saja pada zaman modern ini banyak orang yang membeli ijazah palsu tanpa harus menempuh pendidikan untuk mendapatkan suatu jabatan tertentu. Jadi bisa dikatakan nilai yang baik itu bisa di beli dengan uang akan tetapi pengalaman dan usaha selama menempuh pendidikan yang menciptakan banyak keterampilan itu tidak bisa di beli dengan uang.

               
  Oleh karena itu nilai jelek tidak menentukan  kesuksesan seseorang karena sukses itu mempunyai banyak arti dan bisa di raih dengan berbagai cara asalkan kita mempunyai keterampilan, ketekunan, usaha, serta doa.