Manfaat nilai jelek
Nilai adalah suatu bentuk penghargaan yang diberikan
seseorang kepada orang lain yang telah
mengerjakan atau melakukan sesuatu untuk memenuhi rasa kepuasan dari hasil yang sudah di kerjakan. Nilai dapat di
berikan melalui pujian, angka, atau abjad. Pemberian nilai sering kali
dilakukan di lingkungan pendidikan. Dengan adanya pemberian nilai di setiap
melakukan proses belajar siswa atau mahasiswa akan memberikan dampak positif
bagi siswa mahasiswa. Namun bagaimana
dengan siswa yang mendapat nilai jelek, apakah ada dampak positifnya
buat mereka ? berikut ini adalah alasan yang membuktikan pengaruh nilai terhadap
siswa.
Alasan
pertama yang membuktikan bahwa nilai itu memberikan dampak positif bagi siswa
atau mahasiswa adalah mereka akan merasakan kepuasan dan merasa apa yang mereka kerjakan itu tidak sia-sia dan
hasilnya sesuai dengan usaha mereka. Tetapi hal hanya di rasakan oleh sebagian
orang saja. Karena Ada sebagian siswa
atau mahasiswa yang belajar dan berusaha keras tetapi mendapatkan nilai yang
jelek dan mereka pasti akan kecewa. Namun di balik rasa kecewa itu ada sebagian
siswa yang menjadi semangat untuk lebih giat belajar supaya bisa mendapat nilai
yang memuaskan. Contohnya saja seperti saya jika mendapatkan nilai yang jelek
saya berusaha untuk mencari tahu kesalahan apa yang sudah saya buat sehingga
nilainya jelek. Selain itu berusaha untuk lebih giat belajar dan mencari cara
bagaimana supaya bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. Dari pengalaman saya
dapat di artikan bahwa nilai yang jelek itu bisa memotivasi kita untuk lebih
giat belajar lagi dan kita bisa mengetahui kesalahan yang kita lakukan dalam
proses belajar.
Alasan
kedua dengan adanya nilai kita sebagai pelajar bisa mengetahui kemampuan dan
nilai di jadikan sebagai tolak ukur kemampuan kita dalam proses belajar. Jika
di lihat dari nilai yang baik atau nilai yang tinggi dan nilai yang rendah atau
nilai jelek, nilai yang baik terkadang membuat seseorang menjadi sombong dan
beranggapan bahwa mereka sudah bisa menguasai pelajaran tersebut dan menganggap
pelajaran itu mudah sehingga mereka menjadi malas untuk belajar dan mengulang
pelajaran yang sudah mereka kuasai dan tidak ingin mengetahui lebih luas lagi
tentang pelajaran itu. Sebagai contohnya saya ambil dari pengalaman adik saya
yang bernama dina. Ketika dina kelas 1 SMP dia pernah mendapatkan nilai 85 pada
ulangan tengah semester mata pelajaran matematika. Karena sudah merasa bangga
mendapatkan nilai yang tinggi ketika ulangan tengah semester dia menjadi
malas belajar ketika ulangan semester yang sebenarnya, dan akibatnya ketika
pembagian hasil ulangan semester nilainya menurun menjadi 70 saja. Hal ini
membuktikan bahwa nilai yang tinggi itu bisa membuat sebagian orang menjadi
malas belajar.
Alasan
terakhir nilai itu sangat penting namun yang lebih penting dari nilai yang
sebenarnya adalah kemampuan dan keterampilan seseorang. Misalnya saja ketika
melamar suatu pekerjaan ada lembaga tertentu yang melihat seseorang dari tidak hanya dari nilai saja tetapi juga
dilakukan tes keterampilan dan sebagainya apakah nilai yang di peroleh nya
selama menempuh pendidikan sama dengan kemampuan dan keterampilan yang di
miliki nya. Contohnya saja pada zaman modern ini banyak orang yang membeli
ijazah palsu tanpa harus menempuh pendidikan untuk mendapatkan suatu jabatan
tertentu. Jadi bisa dikatakan nilai yang baik itu bisa di beli dengan uang akan
tetapi pengalaman dan usaha selama menempuh pendidikan yang menciptakan banyak
keterampilan itu tidak bisa di beli dengan uang.
Oleh
karena itu nilai jelek tidak menentukan
kesuksesan seseorang karena sukses itu mempunyai banyak arti dan bisa di
raih dengan berbagai cara asalkan kita mempunyai keterampilan, ketekunan,
usaha, serta doa.